Pengertian dari Unicast, Anycast, Broadcast, Multicast


  1. Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
  2. Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.
  3. Alamat Broadcast, proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.
  4. Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many
Untuk Lebih Detail :

Alamat Unicast

Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.

Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).

Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.

Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet yang tidak terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).

Alamat publik
Alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet. Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.

Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.

Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
  • 10.0.0.0/8
  • 172.16.0.0/12
  • 192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:
  • 169.254.0.0/16
10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.

192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).

Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.

Ruang alamat
Dari alamat
Sampai alamat
Keterangan
010.000.000.000/8
010.000.000.001
010.255.255.254
Ruang alamat privat yang sangat besar (mereservaskan kelas A untuk digunakan)
172.016.000.000/12
172.016.000.001
172.031.255.254
Ruang alamat privat yang besar (digunakan untuk jaringan menengah hingga besar)
192.168.000.000/16
192.168.000.001
192.168.255.254
Ruang alamat privat yang cukup besar (digunakan untuk jaringan kecil hingga besar)
169.254.000.000/16
169.254.000.001
169.254.255.254
Digunakan oleh fitur Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA) dalam beberapa sistem operasi.

Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router Internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak dapat dijangkau dari Internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet.

Alamat Multicast
 
Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.

Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.

Alamat Broadcast

Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.

Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.

Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.

Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.

All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.

Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan mendengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.

Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.

Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.

Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.

Baca Lebih Lanjut »

Pengertian Alamat Localhost


Semua komputer yang terhubung dengan Internet itu harus menggunakan alamat IP secara unik. Nah, untuk mengakses suatu server, kita bisa memasukkan alamat IP nya, contohnya : 72.14.254.132. Namun masalahnya, alamat IP tersebut tidak jelas maksudnya apa, dan juga akan sulit untuk dihafalkan. Oleh karena itu, dibuatlah DNS untk menterjemahkan antara “nama” dan “alamat IP”. Maksudnya “nama” ialah domain, seperti google.com. dengan menggunakan nama tersebut, kita dapat dengan mudah untuk menghafal dan memanggil server tujuan kita. Tentu saja, dibelakang layar, yang terjadi adalah proses perterjemahan nama “bloganakkomputer.blogspot.com” menjadi alamat IP “72.14.254.132” dan baru kita akan dihubungkan ke server tujuan melalui IP tersebut.

Nah, secara default Localhost itu adalah “nama” panggilan untuk diri sendiri.

Dapat kita analogikan begini : setiap orang biasanya namanya beda-beda, ada “DONI”, “DODI”, “LALA”, “LILI”, dll. Nah masing-masing orang tersebut memanggil dirinya sendiri biasanya bukan dengan menyebutkan namanya, tapi dengan istilah “AKU”.

Jadi, pada komputer kita, bisa saja alamat IP tiap komputer beda-beda, misalnya komputer “A” IP nya “11.22.33.44”, pada komputer “B” IP nya “33.44.55.66”, dst. Disini komputer “A” bisa memanggil dirinya sendiri dengan nama “A” atau IP “11.22.33.44”, atau menyebutkan “LOCALHOST” (setara dengan “AKU”). Di komputer “B” juga bisa menyebut diri sendiri sebagai “B”, atau 33.44.55.66”, atau “LOACLHOST”.

Jadi, istilah “AKU” di alamat IP adalah “127.0.0.1”.

Juga, mengapa ada istilah “LOCALHOST” / “127.0.0.1” ??

Umumnya ini digunakan untuk melakukan testing protokol yang terinstall di komputer yang digunakan. Misalkan anda menggunakan Windows, dan anda melakukan perintah “ping 127.0.0.1” dari comand prompt, dan muncul pesan Error, berarti Windows tersebut belum di install IP Protocol, sehingga tidak bisa terhubung ke Internet.

Semoga bermanfaat.
:D
Baca Lebih Lanjut »

Perbedaan Internet dan Localhost


Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini digunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, biasanya Anda harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada di kota Anda. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet. Dengan memanfaatkan internet, pemakaian komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.

Selain jaringan yang sangat luas yang dapat menghubungkan komputer di seluruh dunia (biasa disebut internet), terdapat pula bentuk jaringan yang memiliki skala jaringan yang lebih kecil yang disebut localhost atau Local Area Network (LAN). Pada localhost/LAN, kita juga dapat melakukan pertukaran informasi atau file data, yaitu dengan menggunakan minimal 2 komputer. Jadi, perbedaan antara Internet dengan localhost secara garis besar adalah wilayah cakupan atau luas jaringannya. Internet mampu melakukan hubungan antarkomputer ke seluruh dunia, sedangkan localhost hanya mampu untuk melakukan hubungan antar computer yang ada dalam jaringan tersebut (LAN).
Baca Lebih Lanjut »

Pembahasan IP Public dan IP Private


Dalam jaringan komputer dikenal dua tipe alamat IP yaitu public dan private. IP public ialah alamat umum yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider) untuk berhubungan ke Internet. Namun bagi host dalam suatu organisasi, yang tidak memerlukan akses langsung ke internet, alamat IP yang tidak menduplikasi alamat umum yang sudah diberikan masih tetap dibutuhkan. Untuk memecahkan persoalan ini, para desainer internet mencadangkan suatu bagian dari ruang alamat IP dan menamai ruang ini sebagai ruang pribadi. Suatu alamat IP pada ruang alamat pribadi tidak pernah diberikan sebagai alamat umum. Alamat IP dalam ruang pribadi ini biasa kita sebut sebagai alamat private / IP Private. Dengan memakai alamat IP pribadi, pemakai dapat memberikan proteksi dari para hacker jaringan.

Pada IP private, route di dalam internet router takkan pernah ada karena alamat IP private tidak pernah diberikan oleh Inter Network Information Center. Sehingga secara otomatis, IP private tidak dapat dijangkau di dalam internet. Lalu bagaimanakah solusinya? Maka, saat memakai alamat IP private, membutuhkan beberapa tipe proxy atau server untuk mengkonversi sejumlah alamat IP pribadi pada jaringan lokal menjadi alamat umum yang valid dengan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet. Dukungan bagi NAT untuk menerjemahkan alamat umum dan alamat pribadi memungkinkan terjadinya koneksi jaringan kantor, rumah atau kantor kecil ke Internet.

Sebuah NAT menyembunyikan alamat-alamat IP yang dikelola secara internal dari jaringan-jaringan eksternal dengan menerjemahkan alamat internal pribadi menjadi alamat eksternal  umum. Hal ini mengurangi biaya registrasi alamat IP dengan cara membiarkan para pelanggan memakai alamat IP yang tidak terdaftar secara internal melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP yang terdaftar secara eksternal. Hal ini juga menyembunyikan struktur jaringan internal, mengurangi resiko penolakan serangan layanan terhadap sistem internal.

Sehingga, dapat kita simpulkan kelebihan dan kekurangan antara IP Public dan IP Private sebagai berikut :

IP Public 
Kelebihan :
  • Dapat dikenali dalam Internet dengan mudah, sebab langsung terhubung dengan Internet tanpa perlu membutuhkan proxy tertentu, server khusus, atau ditranslasikan leewat NAT.
Kekurangan :
  • Tingkat security yang lemah dan rentan diserang hacker, sebab IP ini akan diberikan sebagai alamat umum dan langsung terhubung ke Internet.
  • Biaya registrasi yang mahal, sebab merupakan alamat IP eksternal dan seperti kita tahu bahwa IP eksternal atau public sangat terbatas ketersediannya.
IP Private 
Kelebihan :
  • Untuk masalah security, IP private cukup terproteksi sebab tidak berhubungan langsung dengan IP eksternal / umum, sehingga sulit untuk diserang para hacker.
  • Mengurangi biaya registrasi alamat IP, dengan cara membiarkan para pelanggan memakai alamat IP yang tidak terdaftar secara internal melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP yang terdaftar secara eksternal.
Kekurangan :
  • Tidak dapat terkoneksi dengan internet tanpa menggunakan proxy server khusus, dan perlu ditranslasikan dengan NAT (Network Address Translator).
Sekian pembahasan singkat mengenai IP Public dan IP Private pada kali ini. Bila terdapat banyak kekurangan dapat dikirim lewat email davidshinoda@yahoo.co.id.
Terima kasih bagi yang sudah meluangkan waktu untuk membaca di blog sederhana ini.
Baca Lebih Lanjut »

IP versi 4 / IPv4




Alamat IP versi 4 (biasa kita sebut dengan IPv4) adalah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IPv4. Panjang totalnya ialah 32-bit dan secara teori dapat memberi alamat hingga 4 miliar host komputer atau lebih spesifiknya 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Cukup banyak juga ya (walaupun sebenarnya sekarang sudah mulai habis). Jumlah seluruh host tersebut didapatkan dari 256 (didapat dari 8 bit) dan dipangkatkan 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat Ipv4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai host yang dapat ditampung adalah 256 x 256 x 256 x 256 = 4.294.967.296 host.

Representasi Alamat
Alamat IPv4 biasanya ditulis dalam notasi desimal bertitik yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8 bit. Pada beberapa referensi, format IPv4 bentuknya adalah W.X.Y.Z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (walaupun sebenarnya ada nilai yang tidak boleh dipakai).

xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
oktet 1  oktet 2    oktet 3    oktet 4
      W           X            Y            Z

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask ke dalam 2 bagian :

  1. Network Identifier atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Network Identifier harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka akan terjadi masalah yang disebut routing error. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. 
  2. Host identifier atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai HostID tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam NetID di mana ia berada.
Penulisan IP-Address terbagi atas 4 angka, yang masing-masing mempunyai nilai maksimum 255 (yaitu nilai maksimum dari 8 bit : 28). 

IP-Address : 255.255.255.255
Karena setiap angka merepresentasikan 8 bit, maka jumlah total IP-Address adalah 32 bit ditulis sebagai berikut :
00000000 00000000 00000000 00000000
11111111 11111111 11111111 11111111

Kelas-Kelas Alamat :
IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada teble berikut. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (merupakan 8 bit pertama dari keseluruhan 32 bit / high-order bit ) namun supaya kita mudah mengingatnya dapat dengan representasi desimal.

Kelas Alamat IP
Oktet pertama (dalam desimal)
Oktet pertama (dalam biner)
Digunakan Oleh
Kelas A
1-126
0xxx xxxx
Alamat unicast untuk skala besar
Kelas B
128-191
10xx xxxx
Alamat unicast untuk skala sedang hingga besar.
Kelas C
192-223
110x xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala kecil.
Kelas D
224-239
1110 xxxx
Alamat multicast
Kelas E
240-255
1111 xxxx
Direservasikan, sebagai alamat percobaan (eksperimen)

Kelas A
Alamat Ipv4 kelas A hanya diberikan pada jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya dapat di isi dengan nilai yang bebas dan akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (3 oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A untuk dapat membuat hingga 126 jaringan dan 16.777.214 host tiap jaringan.
0xxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
Network identifier Host identifier
Juga sebagai tambahan, alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (cara atau mekanisme pertukaran data antara satu proses dengan proses lainnya, baik itu proses yang berada di dalam komputer yang sama, atau komputer jarak jauh yang terhubung melalui jaringan) di dalam mesin yang bersangkutan.
Juga jaringan dengan alamat 127.0.0.1 tidak dapat dipakai karena digunakan sebagai alamat “loopback” yaitu alamat IP untuk diri sendiri.

Kelas B
Alamat-alamat kelas B biasanya digunakan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. Dan 14 bit berikutnya (hingga terlengkapilah 2 oktet pertama) dapat diisi dengan nilai bebas, sehingga akan membuat network identifier. 16 bit sisanya (merupakan 2 oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. IPv4 kelas B dapat membuat 16.384 network dan 65.534 host untuk setiap networknya.
10xxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
Network identifier Host identifier

Kelas C
Alamat IP kelas C hanya digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama dalam oktet pertama selalu diset ke nilai biner 110. Lalu untuk 21 bit selanjutnya (sehingga dapat melengkapi 3oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya yang merupakan oktet terakhir akan merepresentasikan host identifier. Pada kelas C ini memungkinkan terbentuk 2.097.152 buah network dan 254 host untuk tiap-tiap network nya.
110xxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
 Network identifier Host identifier

Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas seperti di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. Dan 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. 

Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat “eksperimental” dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. Dan 28 bit sisanya digunakan untuk mengenali host.

Untuk mempermudah memahami penjelasan kelas-kelas di atas dapat kita buat tabel sebagai berikut :
Kelas Alamat
Nilai Oktet Pertama
Bagian untuk Network Identifier
Bagian untuk Host Identifier
Jumlah jaringan maksimum
Jumlah host dalam satu jaringan maksimum
Kelas A
1-126
W
X Y Z
126
16.777.214
Kelas B
128-191
W X
Y Z
16.384
65.534
Kelas C
192-223
W X Y
Z
2.097.152
254
Kelas D
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Kelas E
Eksperimen
Eksperimen
Eksperimen
Eksperimen
Eksperimen

Alamat Broadcast
Suatu alamat yang didefinisikan dalam TCP/IP sebagai alamat broadcast, yaitu alamat yang dapat dikirim ke semua jaringan di internet sebagai upaya pengenalan (broadcasting). Alamat broadcast ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
  1. Meberi informasi ke jaringan, bahwa terdapat layanan tertentu. 
  2. Mencari informasi ke jaringan.
Alamat broadcast ditandai penulisan 255 pada host-id, sehingga broadcast-address :
Class A : xxx.255.255.255
Class B : xxx.xxx.255.255
Class C : xxx.xxx.xxx.255

Contoh :
255.255.255.255 : bila dikirim ke alamat tersebut, maka paket akan dikirim ke seluruh simpul di jaringan privat atau disebut local broadcast (paket umumnya tidak diteruskan ke router).
125.255.255.255 : akan dikirim hanya ke semua host yang ada di jaringan 125.0.0.0 atau disebut direct broadcast.
140.10.255.255 : dikirim ke semua host yang ada di jaringan 140.10.0.0

Alamat Netmask :
Setiap jaringan TCP/IP memerlukan suatu nilai subnet yang dikenal dengan netmask atau address-mask.
Nilai jaringan netmask memisahkan jaringan ID dan Host-ID.

Jenis
Network Mask (Netmask)
CLASS A
CLASS B
CLASS C
255.0.0.0
255.255.0.0
255.255.255.0

Net Mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau non-lokal.
Untuk paket yang dikirim ke jaringan non-lokal, berarti paket harus diteruskan ke jaringan tujuan melalui network layer yaitu router.
Dengan demikian, netmask diperlukan untuk :
- menyaring IP-Adress dan paket data yang keluar masuk ke jaringan tersebut.

sumber : Wikipedia dan beberapa blog kawan
Baca Lebih Lanjut »

 
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes